collaboration brand

Leading supplier of combat gear & military equipment

WE MAKE ORDINARY GEAR TO BE EXCEPTIONAL
Quality, not quantity
ADAPTABILITY
RELIABILITY
COMFORT

We have made quality our habit. It’s not something that we just strive for – we live by this principle every day.

The soldier-centred design is based on an understanding of the operational requirements of our end-users, and customer feedback. Our combat clothing is ergonomic, lightweight, durable and compressible, and effective at managing moisture and heat transfer.

Being adaptable on today’s battlefield is key. BENOIT provides an overall scalable solution that allows users to adapt the level of protection, to the given threat. Providing users with a modular toolkit of armor allows decisions to be delegated to the level where the threat is being assessed, improving operational effectiveness.

When a soldier wears a BENOIT Body Armor Solution, he can be confident that is going to protect him against operational threats. We have the srtictest processes in place to ensure that the research, production, quality assurance and life cycle management is of the highest standar to ensure that the BENOIT system can be counted upon to save lives.

best seller

product in frame

Terima Tiga Brevet, Kasad Sandang Warga Kehormatan Kopassus

        Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa menyematkan brevet kehormatan Pasukan Khusus kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M. Brevet yang disematkan antara lain Brevet Komando, Brevet Para Utama dan Brevet Anti Teror, selain tiga brevet tersebut juga disematkan Pisau Komando Warna Emas dan Baret Merah Kopassus sebagai tanda telah menjadi warga Kehormatan Kopassus.

         Sebelum brevet itu disematkan, terlebih dahulu Kasad Jenderal Dudung Abdurrahman memakai pakaian khusus Satuan Gultor-81, selanjutnya Kasad bersama Danjen Kopassus dan pasukan anti teror 81 Kopassus mengikuti beberapa rangkaian latihan anti teror, antara lain pembebasan sandera di gedung, pembebasan sandera di pesawat, penjinakan ular cobra, pertempuran jarak dekat, dan kegiatan lainnya. Setelah melaksanakan berbagai latihan anti teror Kopassus, Komandan Jenderal Kopassus menyemetkan brevet kepada Kasad yang di bawa langsung oleh Kowad penerjun free fall Kopassus Serda (K) Safira yang terjun dari pesawat helikopter dan mendarat persis di depan podium kehormatan.

#TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

SUPPORT CINEMA FILM - INDONESIA
military in indonesia
TNI - ANGKATAN DARAT
SERTIJAB DANJEN KOPAASUS
RAIDER 700/WYC
SUPER GARUDA SHIELD

PARA RAIDER 431

Dansatgas Indo RDB XXXIX-C

Skywarriors

RAIDER SCHOOL

BTS MERAH PUTIH MEMANGGIL

SAT-81 GULTOR

SATGAS PAMRAHWAN

COMPETITION

KOSTRAD KARIANGO

YONIF 721/MAKKASAU

KOSTRAD
TNI AD Juara Lomba Tembak AASAM 2019, Berturut-turut 12 kali
TNI - ANGKATAN UDARA
SUPPORT UNIFORM UBACS MALVINAS GEN 2

SNIPER SCHOOL - KOPASGAT

INFIL AIR PLANE - SAT BRAVO 90

JUMP MASTER - KOPASGAT

raider 700/wyc

HISTORY

      Cikal bakal sejarah Yonif Linud 700 pada masa tahun 1952 sampai 1967, bermula dari peristiwa-peristiwa di Sulawesi Selatan. Akibatnya, Batalyon Infanteri 720/Wolter Mongisidi yang berkedudukan di Makale, Tator di bawah pimpinan Kapten Andi Sose mendapat kepercayaan untuk menyelesaikan setiap gejolak yang ada di wilayah Sulawesi. Dari batalyon ini melahirkan empat Kompi, yang salah satu kompinya dipimpin Lettu MP Frans Karangan, diresmikan menjadi Batalyon Raider, yang menjadi cikal bakal lahirnya Batalyon 758 ROI II tahun 1958. Dari sini, disusun sebagai Batalyon Inti dalam rangka pembentukan satu Batalyon RIT (Raider Indonesia Timur), yang menjadi Batalyon 700/RIT, tanggal 20 Maret 1963.[1]

     Pada tahun 1967, batalyon ini kembali disahkan sebagai Batalyon yang menggunakan TAP 53-50 (ROI 64). Dan SK Menteri Pangab nomor Kep/966/8/1967 tanggal 17 Agustus 1967 yang menyatakan 28 Maret 1967 ditetapkan sebagai tanggal lahirnya Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 700. Angka 28 ini, diambil dari jumlah "Tali Parasut" yang digunakan untuk terjun pasukan Batalyon 700/RIT. Tanggal 29 Oktober 1970, Batalyon 700/Linud mengalami perubahan nama menjadi "Batalyon Linud 700/BS".

       Kemudian, tanggal 25 Februari 1985, berubah "Yonif 700" dengan tugas pokok sebagai "Satuan Pemukul Kodam XIV/Hasanuddin". Tahun 1986 nama "Yonif 700/BS" berubah menjadi "Yonif Linud 700/Wira Yudha Cakti". Status ini tetap hingga terjadi pembekuan sejumlah Kodam, dan Kodam VII/Wirabuana yang dari gabungan Kodam XIV/Hasanuddin dengan Kodam XIII/Merdeka.

      Seiring perkembangan zaman Yonif Linud 700 resmi berubah menjadi BATALYON INFANTERI 700/RAIDER yang dikukuhkan pada tanggal 22 Desember 2003 di Jakarta yang memilik semboyan, “CEPAT, SENYAP TEPAT”.

         Pada tahun 2016 melalui peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 4 tahun 2016 tanggal 24 Februari 2016 tentang penataan satuan jajaran TNI AD yang termasuk di dalamnnya Batalyon Infanteri 700 Raider berubah nama menjadi Batalyon Infanteri RAIDER 700/WIRA YUDHA CAKTI dan masih belum ada perubahan sampai sekarang. ( source WIKI )

Produk Unggulan

COMBAT GEAR
MILITARY EQUIPMENT

Hubungi Kami